Header Ads

ads header

Breaking News

Pengembangan Model Pembelajaran ADDIE

 

| Pendidikan Vokasi| 
Model pembelajaran ADDIE 
dikembangkan oleh Reiser dan Mollanda pada tahun 1967. Model ADDIE merupakan singkatan dari AnalysisDesignDevelopment, Implementation, dan Evaluation.

ADDIE merupakan suatu gagasan yang berasal dari Florida State University untuk mengatur proses dalam perumusan sistem instruksional pada program pelatihan militer yang memadai. 

Dalam perkembangannya Model ADDIE digunakan untuk berbagai bentuk pengembangan produk pendidikan, seperti metode pembelajaran, model pembelajaran, strategi pembelajaran, bahan ajar, media, sehingga model ADDIE menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis, dan mendukung kegiatan pembelajaran. 

Sebelum mengaplikasikan model ADDIE dalam kegiatan pembelajaran, guru harus memahami lima fase model ADDIE dengan baik.


1. Analize/Analisis

Fase pertama dalam model ADDIE adalah Analisis. Menurut KBBI, analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya).

Analisis dalam model ADDIE menuntut guru mengkaji halhal yang berkaitan dengan pengembangan produk pembelajaran (model, metode, media, bahan ajar), kelayakan dan syarat-syarat pengembangan produk tersebut. Pengembangan produk pembelajaran diawali dengan ditemukannya masalah dalam penggunaan produk terdahulu, dimana produk tersebut tidak lagi relevan dengan kebutuhan sasaran, lingkungan belajar, teknologi, karakteristik peserta didik saat ini. Hasil analisis akan dugunakan untuk menciptakan produk baru untuk digunaan dalam kegiatan pembelajaran.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan pada tahapan analsis anatar lain; a) menentukan karakteristik pebelajar; b) menganalisis kebutuhan pebelajar; c) membuat peta konsep; d) merancang flow chart; e) menentukan jenis media yang akan dikembangkan; f) menganalisis kendala yang ditemukan; g) menganalisis perbedaan antara kelas web dan regular; h) mempertimbangkan pedagogis online, verbal, visual, taktis, auditori, dan lain-lain.



2. Design

Fase kedua yang harus dilakukan guru setelah analisis adalah desain. Desain merupakan tahapan konseptual yang berkaitan dengan penentuan sasaran, instrumen penilaian, latihan, konten, dan analisis yang terkait materi pembelajaran, rencana pembelajaran dan pemilihan media. Tahapan desain dilakukan secara sistematik yang diawali dengan merancang petunjuk konsep dan konten yang harus ditulis secara jelas dan rinci. 

Tahapan yang perlu dilaksanakan dalam proses desain meliputi; a) dokumentasi strategi desain instruksional, visual dan teknis proyek; b) terapkan strategi instruksional sesuai dengan hasil perilaku yang diinginkan berdasarkan domain (kognitif, afektif, psikomotor); c) rancang antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna; d) pembuatan prototipe; dan, e) terapkan desain visual (graphic design)


3. Development

Fase ketiga adalah development atau pengembangan. Development dalam model ADDIE berisi kegiatan realisasi rancangan produk yang telah disiapkan pada fase desain, dimana pada fase tersebut telah disusun kerangka konsep, konten dan petunjuk pengembangannya. Kerangka konseptual tersebut selanjutnya direalisasikan menjadi produk yang siap untuk diterapkan.

Kegiatan yang dilakukan pada fase ini adalah perincian dan pengintegrasian teknologi yang akan digunakan dalam program ini mencakup materi, media, dan blueprint perencanaannya. Kegiatannya meliputi, membuat, membeli, dan memodifikasi bahan ajar untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang telah ditentukan. 

Tujuan utama yang akan dicapai dalam fase ini adalah:

    1. Memproduksi, membeli, atau merevisi bahan-bahan ajar yang bakal digunakan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang sebelumnya sudah dirancang.
    2. memilih media terbaik yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Baca juga:


4. Implementasi

Fase keempat adalah Implementasi, yaitu langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang telah dikembangkan pada fase ketiga. Dalam tahap ini semua perencanaan yang telah dikembangkan akan diinstall dan disetting. Tahap implementasi ini dilakukan dengan melkukan pengujian media media secara langsung melalui pembelajaran. 

Uji coba dilaksanakan sebanyak dua tahap yaitu:

    1. Uji validitas isi oleh ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran. 
    2. uji kepraktisan oleh kelompok perorangan, kelompok kecil, kelompok besar, dan kelompok guru mata pelajaran yang sama. 

Selanjutnya hasil uji coba ini digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dan pengembangan selanjutnya.

Tujuan utama dari tahap implementasi adalah membimbing siswa agar bisa mencapai tujuan pembelajaran, terjadinya suatu pemecahan masalah atau solusi untuk mengatasi kesenjangan hasil belajar siswa, dan terakhir memastikan pada akhir program nantinya siswa mempunyai kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap yang baik.


5. Evaluate

Fase kelima pada model ADDIE adalah Evaluasi. Fase evaluasi dilakukan setelah pengujian produk pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. Hasil pengujian akan merekomendasikan kepada developer untuk melakukan perbaikan produk tersebut ke arah yang lebih baik. 

Evaluasi terhadap program pembelajaran mempunyai tujuan untuk mengetahui sikap siswa terdapat keseluruhan kegiatan pembelajaran, peningkatan kompetensi diri dari siswa setelah mendapatkan serangkaian kegiatan pembelajaran, dan keuntungan yang didapatkan oleh sekolah setelah diterapkan program pembelajaran.

Demikian urian singkat tentang pengebangan model ADDIE dalam kegiatan pembelajaran, semoga bermanfaat.


Referensi:

Dr. Serhart KurtModel ADDIE: Instrukstional Design
ADDIE Model - Wikipedia
Model Penelitian Pengembangan ADDIE
Penelitian dan pengembangan ADDIE - Youtube

Disalin dari: Web Pendidikan Kewarganegaraan



Tidak ada komentar